Berita  

Meta Pecat Lebih dari 20 Karyawan karena Bocorkan Rahasia, Sambil Bersiap Pisahkan AI

Meta Pecat Lebih dari 20 Karyawan karena Bocorkan Rahasia, Sambil Bersiap Pisahkan AI
Mark Zuckerberg, CEO Facebook Meta

Restartid.com – Meta baru saja mengambil tindakan tegas dengan memecat lebih dari 20 karyawan yang diduga membocorkan rahasia internal perusahaan. Langkah ini dilakukan di tengah rencana besar Meta untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI), termasuk upaya memisahkan AI Meta agar lebih mandiri.

Investigasi Internal Ungkap Kebocoran Informasi

Mengutip laporan dari The Verge, Meta telah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi individu yang terlibat dalam kebocoran informasi. Sejumlah karyawan disebut membocorkan detail pertemuan internal serta rencana produk yang belum diumumkan kepada publik, termasuk agenda rahasia yang dipimpin langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg.

Perwakilan Meta dalam pernyataannya menegaskan bahwa kebocoran informasi internal merupakan pelanggaran serius terhadap kebijakan perusahaan. “Kami telah mengingatkan karyawan sejak awal mereka bergabung dengan perusahaan, dan secara berkala menegaskan bahwa membocorkan informasi internal dengan alasan apa pun melanggar kebijakan kami,” ujar pihak Meta.

Perusahaan juga menyatakan bahwa pemecatan terhadap sekitar 20 karyawan bisa bertambah seiring investigasi yang masih berlangsung. “Kami menanggapi hal ini dengan sangat serius dan akan terus mengambil tindakan tegas apabila menemukan kebocoran lain di masa mendatang,” tambah Meta dalam pernyataan resminya.

Chief Technology Officer (CTO) Meta, Andrew Bosworth, dalam komunikasi internalnya mengungkapkan bahwa perusahaan hampir menemukan sumber utama kebocoran tersebut.

Meta AI Bersiap untuk Berdiri Sendiri

Di tengah isu pemecatan karyawan, Meta juga memiliki strategi besar untuk masa depan AI-nya. Perusahaan berencana memisahkan asisten AI mereka, Meta AI, agar dapat bersaing lebih optimal dengan chatbot berbasis AI lainnya, seperti ChatGPT dari OpenAI dan Gemini dari Google.

Saat ini, Meta AI hanya bisa diakses melalui ekosistem platform Meta, seperti WhatsApp, Facebook, dan situs resmi perusahaan. Namun, ada kemungkinan besar Meta akan memisahkan AI ini sebagai layanan mandiri pada kuartal fiskal berikutnya, antara April hingga Juni.

Selain itu, Meta juga dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi layanan berlangganan berbayar untuk Meta AI. Meski belum ada rincian lebih lanjut tentang fitur eksklusif yang akan ditawarkan, langkah ini berpotensi memperkuat daya saing Meta AI di pasar kecerdasan buatan.

Hingga kini, Meta mengklaim bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Meta AI telah mencapai 700 juta. Dengan strategi baru ini, Meta tampaknya berambisi menjadikan AI mereka sebagai pemain utama dalam industri kecerdasan buatan global.