Restartid.com – Skandal penjualan hard disk bekas dari penambang kripto yang dijual kembali sebagai produk baru semakin meluas. Investigasi terbaru mengungkap bahwa HDD bekas mining, terutama model Seagate Exos berkapasitas 12TB hingga 16TB, kini beredar luas di pasaran. Bahkan, beberapa unit yang diuji telah digunakan selama 15.000 hingga 50.000 jam sebelum akhirnya dikemas ulang dan dijual kembali sebagai baru.
Lebih mengejutkan lagi, penipuan ini tidak hanya terjadi pada seri Seagate Exos, tetapi juga Seagate IronWolf dan IronWolf Pro, yang sering digunakan untuk NAS (Network Attached Storage).
Modus Operandi: HDD Bekas Jadi Seperti Baru
Para pelaku menggunakan berbagai metode untuk menyamarkan kondisi hard disk bekas agar terlihat seperti produk baru. Berikut beberapa trik yang mereka lakukan:
✅ Menghapus log penggunaan SMART → Data operasional HDD dihapus sehingga waktu pemakaian tidak terlihat.
✅ Stiker produksi palsu → Stiker tanggal produksi diganti agar hard disk terlihat lebih baru.
✅ Memodifikasi nomor seri → Nomor seri diubah agar cocok dengan database garansi resmi Seagate.
✅ Dikemas ulang → HDD lama dibungkus dalam kemasan baru, lengkap dengan aksesori palsu.
Bahkan, ketika dicek secara online, HDD rekondisi ini tetap menunjukkan garansi hingga tahun 2029, membuatnya semakin sulit dibedakan dengan produk asli.
Cara Membedakan HDD Bekas & Baru
Agar tidak menjadi korban penipuan hard disk rekondisi, pembeli disarankan untuk lebih teliti sebelum membeli. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
1️⃣ Inspeksi Fisik
🔍 Periksa bodi HDD → Jika ada goresan, penyok, atau bekas lem, itu tanda HDD bekas.
🔍 Cek konektor SATA → Jika terlihat goresan akibat sering dilepas-pasang, kemungkinan besar itu bukan produk baru.
🔍 Pastikan stiker produksi rapi → Jika terlihat miring atau ditempel ulang, patut dicurigai.
2️⃣ Cek Garansi Online
🛑 Hati-hati jika masa garansi selalu 5 tahun pas! Seagate biasanya memberikan tambahan beberapa bulan sebagai perkiraan distribusi. Jika tanggal produksi dan garansi pas 5 tahun, ada kemungkinan produk tersebut tidak asli.
3️⃣ Gunakan Software SMART Monitoring
💻 Gunakan software seperti Smartmontools atau Seagate SeaTools untuk mengecek data tersembunyi HDD.
❌ Jika waktu pemakaian sudah puluhan ribu jam, berarti HDD tersebut sudah digunakan dalam waktu lama dan bukan produk baru.
Seagate Tegas: Tidak Akan Mengganti HDD Palsu
Seagate menegaskan bahwa mereka tidak akan mengganti hard disk palsu, karena produk tersebut bukan bagian dari distribusi resmi mereka. Namun, mereka meminta siapa pun yang menemukan HDD palsu untuk segera melaporkan kasus ini ke [email protected] agar investigasi lebih lanjut dapat dilakukan.
Sementara itu, penyelidikan juga mulai mempertanyakan apakah produsen lain seperti Toshiba dan Western Digital ikut terdampak oleh skandal ini.
⚠️ Toshiba menyatakan bahwa mereka hanya mengandalkan log SMART untuk memantau pemakaian HDD.
⚠️ Western Digital belum memberikan tanggapan terkait dugaan HDD rekondisi yang beredar di pasaran.
Kesimpulan
Kasus penjualan hard disk bekas mining sebagai barang baru semakin meluas dan menimbulkan kekhawatiran bagi para konsumen. Dengan maraknya praktik rekondisi ilegal, pembeli harus semakin waspada saat membeli HDD berkapasitas besar dengan harga yang terlihat terlalu murah.
Pastikan untuk selalu membeli dari toko resmi atau distributor terpercaya agar terhindar dari produk rekondisi berkualitas rendah. Jangan sampai tertipu! 🚨