Berita  

Dynamis One Digerebek Polisi, Diduga Bocorkan Aset Nexon Games

Dynamis One Digerebek Polisi, Diduga Bocorkan Aset Nexon Games

Restartid.com – Komunitas Blue Archive dikejutkan dengan berita terbaru terkait Dynamis One, studio yang dibentuk oleh mantan staf Nexon Games. Studio ini dilaporkan telah digerebek polisi Korea Selatan karena dugaan membocorkan aset milik Nexon untuk proyek game mereka.

Sebelumnya, Dynamis One sempat menjadi sorotan setelah mengumumkan Project KV, game yang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Blue Archive. Namun, proyek tersebut dibatalkan dalam waktu singkat, dan kini muncul kabar bahwa Nexon Games telah menuntut Dynamis One atas pencurian aset.

Polisi Geledah Kantor Dynamis One, Ada Apa?

Dilansir dari ChosunBiz, penggeledahan terjadi pada 24 Februari 2025 di kantor pusat Dynamis One. Pihak kepolisian menyita berbagai barang dan aset yang diduga merupakan hasil kebocoran dari proyek rahasia Nexon.

Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menangkap beberapa orang penting di dalam perusahaan, termasuk CEO Dynamis One, Park Byung-rim, yang kini menghadapi tuntutan hukum karena melanggar undang-undang terkait persaingan usaha yang tidak sehat.

Pihak berwenang menduga bahwa aset pengembangan video game dari proyek milik Nexon telah diambil secara ilegal ketika para staf tersebut keluar dari perusahaan. Aset tersebut kemudian diduga digunakan untuk mengembangkan game baru di bawah naungan Dynamis One.

Nexon Games Sudah Lama Menuntut Dynamis One

Ternyata, Nexon Games telah mengajukan laporan ke polisi sejak tahun lalu setelah menemukan indikasi kebocoran data oleh mantan stafnya.

Menurut laporan, Nexon Games mencurigai bahwa proyek rahasia mereka yang bernama “MX Blade” telah dibocorkan oleh mantan staf yang kini bekerja di Dynamis One. Para staf ini diduga sengaja menggunakan informasi internal Nexon untuk membuat game baru di perusahaan mereka sendiri.

Atas dasar itulah, Nexon Games meminta investigasi lebih lanjut terhadap Dynamis One, yang kini berujung pada penggeledahan oleh kepolisian.

Project KV dan Dugaan Penggunaan Aset Ilegal

Project KV, game yang sempat dikerjakan oleh Dynamis One, kini juga ikut menjadi sorotan dalam kasus ini.

Polisi kini tengah menyelidiki apakah aset yang diduga dicuri dari Nexon benar-benar digunakan untuk mengembangkan Project KV. Mereka juga akan menganalisis data yang telah diamankan dari penggeledahan guna memastikan adanya keterlibatan Dynamis One dalam kebocoran aset Nexon Games.

Bagaimana Nasib Dynamis One Selanjutnya?

Saat ini, Dynamis One menghadapi tekanan besar, baik dari Nexon Games maupun dari pihak kepolisian Korea Selatan.

Investigasi akan terus berlanjut, dan jika terbukti bersalah, perusahaan serta para staf yang terlibat bisa menghadapi tuntutan hukum yang serius.
Nexon Games kemungkinan akan memperkuat perlindungan terhadap proyek-proyek mereka, mengingat ini bukan pertama kalinya kasus pencurian aset terjadi di industri game.
Dynamis One bisa terancam tutup jika terbukti melanggar hukum, terutama jika mereka dinyatakan bersalah dalam penggunaan aset Nexon secara ilegal.

Untuk saat ini, kita masih harus menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil investigasi kepolisian. Bagaimana menurut kalian? Apakah Dynamis One akan mampu membela diri, atau justru semakin terjebak dalam kasus ini?